Skip to main content

Posts

Apa yang diceritakan Al-Qur’an tentang neraka?

Apa yang diceritakan Al-Qur’an tentang neraka? Ayat-ayat Al-Qur’an menyebutkan adanya kehidupan di neraka. Namun kehidupan yang dialami adalah segala macam kehinaan, penderitaan dan siksaan lahir dan batin. Dibandingkan dengan kehidupan di dunia, manusia tak dapat membayangkan bagaimana beratnya siksaan di neraka. Orang-orang yang tidak beriman mengalami siksaan berat dari berbagai segi, baik lahir maupun batin. Lagi pula, siksanya tak pernah berhenti ataupun berkurang: Sekali-kali tidak! Sungguh neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan berpaling, serta mengumpulkan harta dan menyimpannya (dengan kikir). (Surat Al-Ma‘arij: 15-18)

Seperti apakah neraka itu?

Seperti apakah neraka itu? Neraka adalah tempat segala macam penderitaan, siksaan dan hukuman yang kekal bagi orang-orang yang tidak beriman. Mengenai hal ini, Al-Qur’an menerangkan: Sesungguhnya neraka itu tempat yang selalu menanti – tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan ataupun mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah – sebagai pembalasan yang setimpal. (Surat An-Naba’: 21-26)

Apakah sesorang memiliki kesempatan untuk memperbaiki amal yang telah lalu setelah ia melihat kebenaran akhirat?

Apakah sesorang memiliki kesempatan untuk memperbaiki amal yang telah lalu setelah ia melihat kebenaran akhirat? Pada hari itu, tidak ada peluang untuk memperbaiki amal. Meyakini setelah kematian adalah hal yang sia-sia. Al-Qur’an pun menyebutkan bahwa pada hari perhitungan, orang-orang kafir akan memohon agar diberi kesempatan untuk mengerjakan kewajibannya. Namun permintaan mereka tak akan diterima. Mereka berharap dapat kembali ke dunia, tetapi permintannya ditolak. Setelah menyadari tak ada peluang untuk menebus dosa, mereka sangat menyesal. Keputusasaan dan penyesalan yang bercampur merupakan perasaan yang menyiksa tiada bandingannya di dunia ini. Mereka sadar akan mendapat hukuman yang kekal di akhirat, tanpa sedikitpun peluang untuk menghindar: Dan jika kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata: ‘Kalau saja kami dikembalikan ke dunia, kami tak akan mengingkari ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman.’ Tidak, telah nyata bagi ...

Dapatkah seseorang menanggung dosa orang lain?

Dapatkah seseorang menanggung dosa orang lain? Allah telah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di dunia. Setiap orang akan melihat apa yang diperbuatnya, dan tak seorangpun bisa menolong orang lain. Ini dinyatakan dalam ayat berikut: Orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya meminta tolong untuk dipikulkan dosanya, tak ada seorangpun akan memikulkan untuknya meskipun itu kaum kerabatnya... (Surat Al-Fatir: 18)

Perhitungan macam apa yang dialami pada Hari Perhitungan?

Perhitungan macam apa yang dialami pada Hari Perhitungan? Pada Hari Perhitungan, setiap orang akan diperiksa amalnya. Pada tahap pertama, segala hal yang diperbuat selama hidupnya akan ditunjukkan tanpa ada yang terlewat: “...bahkan jika ada sesuatu (perbutan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mengeluarkannya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Surah Luqman: 16). Pada hari itu tak ada satu perbuatan pun yang dirahasiakan. Orang bisa saja lupa apa yang dikerjakannya saat hidup di dunia. Namun Allah tidak pernah lupa terhadap segala perbuatnya, bahkan Dia akan menunjukkan kehadapannya pada hari perhitungan. Pada hari itu, setiap orang diberi catatan amalnya. Juga hasil timbangan yang adil atas kebaikan dan kejahatannya, tanpa dirugikan sedikitpun. Selama perhitungan, pendengaran, penglihatan dan kulitnya menjadi saksi atas perbuatannya selama hidup di dunia. Setelah perhitungan yang menggelisahkan...