Skip to main content

Apakah sesorang memiliki kesempatan untuk memperbaiki amal yang telah lalu setelah ia melihat kebenaran akhirat?



Pada hari itu, tidak ada peluang untuk memperbaiki amal. Meyakini setelah kematian adalah hal yang sia-sia. Al-Qur’an pun menyebutkan bahwa pada hari perhitungan, orang-orang kafir akan memohon agar diberi kesempatan untuk mengerjakan kewajibannya. Namun permintaan mereka tak akan diterima. Mereka berharap dapat kembali ke dunia, tetapi permintannya ditolak. Setelah menyadari tak ada peluang untuk menebus dosa, mereka sangat menyesal. Keputusasaan dan penyesalan yang bercampur merupakan perasaan yang menyiksa tiada bandingannya di dunia ini. Mereka sadar akan mendapat hukuman yang kekal di akhirat, tanpa sedikitpun peluang untuk menghindar:

Dan jika kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata: ‘Kalau saja kami dikembalikan ke dunia, kami tak akan mengingkari ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman.’ Tidak, telah nyata bagi mereka kejahatan yang dahulu selalu mereka sembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, mereka akan kembali kepada perbuatan yang dilarang bagi mereka. Dan sesungguhnya mereka itu pendusta-pendusta belaka. Dan mereka akan berkata, ‘Kehidupan itu hanya di dunia saja dan kita sekali-kali tak akan dibangkitkan kembali.’ Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapakan kepada Tuhan mereka. Allah berfirman, ‘Bukankah kebangkitan ini benar?’ Mereka berkata, ‘Sungguh benar, demi Tuhan kami!’ Allah berfirman, Karena itu rasakanlah azab ini, karena kamu mengingkarinya.’ (Surat Al-An’am: 27-30)

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Bisnis Orang Cina yang Terungkap

Rahasia Bisnis Orang Cina yang Terungkap Artikel post ini merupakan share intisari dari buku "Rahasia Bisnis Orang Cina" tulisan Ann Wan Seng. KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya... "Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan." Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin. "Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka," kata Kim Woo Choong. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan...

Banyaknya Manfaat Vitamin A Untuk Kesehatan

Banyaknya Manfaat Vitamin A Untuk Kesehatan Vitamin A Sangat Dibutukan Oleh Tubuh Manusia diantaranya adalah menjaga kesehatan mata sobat dengan cara meningkatkan Integritas Retina dan dalam sayuran - sayuran yang mengandung Vitamin A juga banyak mengandung Pro~Vitamin A ( betakaroten ) dalam tubuh yang diubah jadi Vitamin A. Pada posting kali ini Kolom Blog GRATIS Sengaja membahas tentang banyaknya Manfaat Vitamin A untuk di informasikan khusus untuk sobat yang belum mengetahui Manfaat Vitamin A, Bila sobat kekurangan Vitamin A bisa menjadi penyebab penglihatan mata sobat yang tidak dapat menyesuaikan dengan perubahan cahaya Matahari langsung dari luar atau cahaya lainnya,... Gejala Kekurangan Vitamin A Gejala karena kekurangan vitamin A menyebabkan penglihatan sobat bisa terkena rabun senja ( penglihatan kurang jelas waktu senja ). Bila sobat sudah mengetahui fungsi Vitamin A untuk kesehatan penglihatan begitu penting sekali, maka penuhi kebutuhan Vitamin A dalam tubuh sobat. Vi...

Apa manfa’at keta’atan pada moral Al-Qur’an bagi sistem bernegara?

Apa manfa’at keta’atan pada moral Al-Qur’an bagi sistem bernegara? Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa keta’atan merupakan sifat yang positif. Seseorang yang memiliki moral Qur’ani akan sepenuhnya patuh dan hormat terhadap negaranya. Dalam masyarakat Islam, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan negara dan bangsanya. Tidak pernah berontak terhadap negara, melainkan mendukung baik secara spiritual maupun material. Dalam masyarakat yang terbentuk dari orang-orang yang takut kepada Allah, kasus-kasus hukum tak pernah sampai ke tingkat persidangan. Seperseribunya pun dari pelanggaran hukum yang terjadi pada masyarakat sekarang ini tak pernah dialami. Mengatur negara menjadi jauh lebih mudah, karena pemerintah tidak perlu mengurus kasus-kasus anarki, terorisme, kejahatan, pembunuhan. Seluruh kekuatan pemerintah dipusatkan pada pengembangan dan peningkatan kesejahteraan negeri, di sektor dalam maupun luar negeri. Karenanya, menghasilkan negara yang sangat kuat.