Bagi manusia, mati tidak
berarti menghilang. Kematian
merupakan suatu peralihan ke kampung akhirat, tempat tinggal yang sebenarnya.
Kematian memutuskan hubungan seseorang dengan tatanan dunia, termasuk tubuhnya
yang ada dalam tatanan ini. Saat hubungan antara tubuh dan ruh terputus, yakni
setelah kematian, ruh mulai berhubungan dengan gambaran akhirat. Tabir di depan
matanya tersingkap, kemudian sadarlah ia bahwa mati bukan berarti menghilang
seperti anggapannya. Ia memulai kehidupan akhirat seperti memulai hari-harinya
saat terbangun dari tidurnya. Ia dibangkitkan dari kematian. Hal ini dinyatakan
dalam Al-Qur’an: “Dia lah yang memberi kehidupan dan menyebabkan kematian.
Jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya mengatakan, “Jadilah” maka jadilah.
(Surat Ghafir: 68) Peralihan manusia ke alam akhirat terjadi dengan sebuah
perintah Allah seperti itu.
KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI??? Ada satu pertanyaan yang masuk ke mailbox saya, yaitu "Mengapa harus minum air putih banyak-banyak. .?" Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb: ...
Comments