Bagi manusia, mati tidak
berarti menghilang. Kematian
merupakan suatu peralihan ke kampung akhirat, tempat tinggal yang sebenarnya.
Kematian memutuskan hubungan seseorang dengan tatanan dunia, termasuk tubuhnya
yang ada dalam tatanan ini. Saat hubungan antara tubuh dan ruh terputus, yakni
setelah kematian, ruh mulai berhubungan dengan gambaran akhirat. Tabir di depan
matanya tersingkap, kemudian sadarlah ia bahwa mati bukan berarti menghilang
seperti anggapannya. Ia memulai kehidupan akhirat seperti memulai hari-harinya
saat terbangun dari tidurnya. Ia dibangkitkan dari kematian. Hal ini dinyatakan
dalam Al-Qur’an: “Dia lah yang memberi kehidupan dan menyebabkan kematian.
Jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya mengatakan, “Jadilah” maka jadilah.
(Surat Ghafir: 68) Peralihan manusia ke alam akhirat terjadi dengan sebuah
perintah Allah seperti itu.
Rahasia Bisnis Orang Cina yang Terungkap Artikel post ini merupakan share intisari dari buku "Rahasia Bisnis Orang Cina" tulisan Ann Wan Seng. KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya... "Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan." Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin. "Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka," kata Kim Woo Choong. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan...
Comments