Benar, kita tertipu dengan keyakinan pada
persepsi-persepsi tanpa ada korelasi material yang nyata. Demikian ini karena
kita tak pernah bisa membuktikan bahwa persepsi-persepsi yang kita tangkap
melalui otak memiliki korelasi material. Persepsi-persepsi itu bisa saja timbul
dari suatu sumber “buatan”. Kita sering mengalaminya dalam mimpi kita. Kita
seolah mengalami suatu kejadian, melihat orang-orang, benda dan susunan-susunan
yang seolah nyata. Padahal kenyataanya tidak ada, hanya persepsi-persepsi saja.
Tak ada perbedan mendasar antara mimpi dan “dunia nyata”; keduanya sama-sama dialami
dalam otak.
Rahasia Bisnis Orang Cina yang Terungkap Artikel post ini merupakan share intisari dari buku "Rahasia Bisnis Orang Cina" tulisan Ann Wan Seng. KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya... "Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan." Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin. "Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka," kata Kim Woo Choong. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan...
Comments