Karena otak kita pun merupakan bagian dari
dunia fisik seperti halnya tangan, kaki, atau benda lainnya, maka otak pun
merupakan persepsi seperti yang lainnya. Mimpi merupakan contoh yang baik untuk
menjelaskan masalah ini. Anggaplah kita sedang melihat sebuah mimpi. Dalam
mimpi itu, kita memiliki tubuh khayalan, tangan khayalan, mata khayalan, dan
otak khayalan. Jika dalam mimpi ini, kita ditanya, “Di mana Anda melihat?” Kita
akan menjawab “saya melihat dalam otak saya”. Padahal sebenarnya, tidak ada
otak di sana, melainkan hanya kepala dan otak khayalan. Wujud yang melihat
bukanlah otak khayalan dalam mimpi, melainkan “wujud” yang derajatnya jauh
lebih tinggi dari itu.
Apa manfa’at keta’atan pada moral Al-Qur’an bagi sistem bernegara? Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa keta’atan merupakan sifat yang positif. Seseorang yang memiliki moral Qur’ani akan sepenuhnya patuh dan hormat terhadap negaranya. Dalam masyarakat Islam, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan negara dan bangsanya. Tidak pernah berontak terhadap negara, melainkan mendukung baik secara spiritual maupun material. Dalam masyarakat yang terbentuk dari orang-orang yang takut kepada Allah, kasus-kasus hukum tak pernah sampai ke tingkat persidangan. Seperseribunya pun dari pelanggaran hukum yang terjadi pada masyarakat sekarang ini tak pernah dialami. Mengatur negara menjadi jauh lebih mudah, karena pemerintah tidak perlu mengurus kasus-kasus anarki, terorisme, kejahatan, pembunuhan. Seluruh kekuatan pemerintah dipusatkan pada pengembangan dan peningkatan kesejahteraan negeri, di sektor dalam maupun luar negeri. Karenanya, menghasilkan negara yang sangat kuat.
Comments