Kita tak pernah tahu apakah dunia luar
benar-benar ada, karena setiap benda hanyalah kumpulan persepsi-persepsi. Dan
persepsi-persepsi ini hanya ada dalam pikiran kita. Maka, satu-satunya dunia
yang benar-benar ada adalah dunia persepsi-persepsi. Satu-satunya dunia yang
kita tahu hanyalah dunia yang ada dalam pikiran kita; dunia yang dirancang,
direkam, dan hidup di sana. Pendek kata, dunia yang diciptakan dalam pikiran
kita. Itulah satu-satunya dunia yang kita yakini keberadaannya.
Apa manfa’at keta’atan pada moral Al-Qur’an bagi sistem bernegara? Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa keta’atan merupakan sifat yang positif. Seseorang yang memiliki moral Qur’ani akan sepenuhnya patuh dan hormat terhadap negaranya. Dalam masyarakat Islam, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan negara dan bangsanya. Tidak pernah berontak terhadap negara, melainkan mendukung baik secara spiritual maupun material. Dalam masyarakat yang terbentuk dari orang-orang yang takut kepada Allah, kasus-kasus hukum tak pernah sampai ke tingkat persidangan. Seperseribunya pun dari pelanggaran hukum yang terjadi pada masyarakat sekarang ini tak pernah dialami. Mengatur negara menjadi jauh lebih mudah, karena pemerintah tidak perlu mengurus kasus-kasus anarki, terorisme, kejahatan, pembunuhan. Seluruh kekuatan pemerintah dipusatkan pada pengembangan dan peningkatan kesejahteraan negeri, di sektor dalam maupun luar negeri. Karenanya, menghasilkan negara yang sangat kuat.
Comments